CONSULATE GENERAL OF
THE REPUBLIC OF INDONESIA 
IN TORONTO, CANADA
Search

Meriahnya Indonesian Street Festival Pertama di Toronto

Selasa, 8 Agustus 2017

 

​​

 

Toronto - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Toronto untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Indonesian Street Festival (ISF) di pusat kota Toronto, Yonge-Dundas Square (YDS) pada tanggal 6 Agustus 2017.

Konjen RI Toronto, Hadi Sapto Pambrastoro dalam sambutannya ketika membuka ISF Toronto 2017 menyampaikan bahwa ISF Toronto merupakan kegiatan festival jalanan pertama Indonesia di Toronto dimaksudkan untuk mempromosikan perdagangan, pariwisata dan kekayaan budaya Indonesia. Disebutkan bahwa suguhan kuliner dan batik serta kerajinan Indonesia yang sangat bervariasi, penampilan tari dan musik tradisional Indonesia yang menawan akan menjadikan pengunjung serasa berada di Indonesia. Melalui pengenalan kerajinan, seni budaya, kuliner dan sifat bangsa Indonesia yang ramah diharapkan akan dapat meningkatkan asimilasi dan keterikatan antara Indonesia, diaspora Indonesia dan masyarakat Kanada yang sangat majemuk.

Festival sehari tersebut menjadi lautan manusia sehingga kawasan YDS yang cukup luas menjadi sempit karena membludaknya pengunjung. Selama tujuh jam festival yang dimulai pada pukul 11:00 pagi tersebut diperkirakan dikunjungi lebih dari 10.000 pengunjung dari berbagai kota di wilayah Ontario.

Terdapat sebanyak 5 vendor barang kerajinan, perhiasan dan pakaian/batik Indonesia. Batik dan kerajinan Indonesia sangat diminati pengunjung. Selama festival, lebih dari 150 potong kemeja batik dan lebih dari 200 perhiasan gelang, kalung, cincin Bali terjual.

Silk Holidays (Toronto) yang merupakan operator wisata dan travel agent yang menjual produk-produk wisata Indonesia baik secara ritel maupun wholesale serta maskapai penerbangan Cathay Pacific (Toronto) mencapai rekor pengunjung tertinggi selama partisipasi mereka pada pameran yang menjual paket wisata ke Indonesia selama ini.

Sebanyak 7 vendor makanan basah Indonesia dan 2 vendor makanan kering Indonesia menawarkan produk mie instant, kecap manis, makanan kemasan/ringan serta bumbu-bumbu ternyata sangat digemari pengunjung. Selain kuliner, juga dipromosikan kopi Indonesia.  Selama 7 (tujuh) jam festival, para vendor kuliner berhasil menjual lebih dari 4250 porsi makanan basah yang terdiri dari sate, nasi rendang, siomay, pempek, otak-otak, batagor, nasi padang, nasi kuning; lebih dari 2.600 buah makanan ringan, seperti: risoles, panada, martabak manis, lemper, dadar gulung, lapis Surabaya, gethuk, pukis, pisang goreng; sebanyak 400 gelas kopi Indonesia dan lebih dari 2700 gelas minuman es teler, es mangga, es buah, es teh dan  teh botol. Produk Indomie juga laris manis, sebanyak 2,870 bungkus Indomie habis dalam waktu 4 jam dan seribuan bungkus diminta untuk dikirim ke rumah. Sebagian besar vendor makanan terpaksa tutup sebelum waktunya karena persediaan sudah habis sehingga banyak pengunjung yang kecewa karena tidak mendapatkan makanan yang diharapkan padahal sudah mengantri sekitar 1 jam.

ISF Toronto 2017 semakin meriahnya dengan penampilan musik dan tarian tradisional Indonesia. Grup kesenian dari Indonesia, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menampilkan berbagai tarian tradisional, yaitu: Rampak Kendang, Topeng, Gawil, Jaipongan, Pencak Silat yang diiringi oleh musik tradisional gamelan Sunda dan juga penampilan Kawih Pop Sunda oleh Rita Tila, penyanyi terkenal dari Jawa Barat ternyata mampu menghipnotis pengunjung untuk tidak beranjak dari tempat duduk meskipun di tengah teriknya matahari.

ISF juga menampilkan 5 (lima) grup kesenian binaan KJRI Toronto, yaitu: grup Srikandi menampilkan angklung mengiringi beberapa lagu Indonesia dan Inggris; grup gamelan Bali "Kayonan" menampilkan tari dan musik tradisional Bali; Sanggar Tari KJRI dengan menampilkan tarian: renggong manis, lenggang melayu dan gemu fa mire; grup band "Gado-Gado Collision menampilkan lagu-lagu barat dan Indonesia serta grup band "Jarvis Band" menampilkan kolaborasi gamelan Jawa dan instrument barat.  Diakhir acara seluruh pendukung mengajak penonton untuk ikut menari bersama. Banyak pengunjung yang tidak mau beranjak dari tempat duduk sekalipun acara telah berakhir.

ISF Toronto diliput media setempat, Harian Toronto Star menurunkan berita "Toronto's first-ever Indonesian Street Festival draws a crowd. Selain itu beberapa media on line juga memberitakan pelaksanaan ISF 2017 dengan menyadur pemberitaan dari harian Toronto Star.

(Sumber: Fungsi Ekonomi, KJRI Toronto)