ULANG TAHUN DIMUSIM DINGIN
Seperti halnya semua anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan dimanapun berada, bulan Desember merupakan bulan yang penting, HUT DWP dan Hari Ibu yang datang berurutan nampaknya cukup menambah kesibukan bagi seluruh kaum ibu Indonesia. Di Toronto sendiri, bulan di penghujung tahun dengan cuacanya yang dingin dan salju yang tebal nampaknya tidak membuat gentar bagi Pengurus DWP KJRI Toronto untuk membuat acara yang meriah tapi bersahaja dalam Peringatan HUT DWP ke-9 tahun 2008 ini.
Bertepatan dengan Hari Ibu di bulan Desember, memberi ide tersendiri bagi Panitia Peringatan HUT DWP tahun ini yang diawali dengan kegiatan sosial dengan mengunjungi warga Indonesia yang lanjut usia (Indonesian senior citizen). Bertempat di salah satu apartemen di Wisma Mega Indah, Mississauga, para senior yang berjumlah 10 orang dan hampir semuanya kaum ibu menyatakan kegembiraannya mendapatkan kunjungan dari Pengurus DWP KJRI Toronto. Sambil menikmati suguhan kue-kue tradisional Indonesia, mereka tampak antusias sekali menceritakan kegiatan sehari-harinya, bagaikan seorang ibu yang sedang mendongeng untuk anak-anaknya. Mereka bahkan titip pesan untuk Bapak Konjen RI Toronto bahwa mereka masih ingin berpartisipasi dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh KJRI Toronto, seperti misalnya Upacara 17 Agustus, yang membuat mereka teringat saat masih muda dulu. Kendala yang dihadapi mereka adalah jarak yang cukup jauh antara tempat mereka tinggal dengan tempat kegiatan, berarti untuk hal tersebut dibutuhkan transportasi, mengingat mereka sudah lanjut usia dan hidup jauh dari anak-anaknya. Upacara 17 Agustus adalah milik seluruh bangsa Indonesia dimana pun, oleh sebab itu, khususnya di KJRI Toronto, kendala tersebut akan dipertimbangkan dan dicarikan jalan keluarnya, mungkin dengan menjemput dan mengantar kembali mereka. Hal ini tidak sulit dilakukan karena hanya satu kali setahun.
Acara Peringatan HUT DWP ke-9 sendiri baru dapat dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2008, bertempat di KJRI Toronto. Pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-80 demi efisiensi dan efektifitas mengingat dua acara tersebut berlangsung pada musim dingin yang menggigil, salju yang turun hampir setiap hari serta padatnya acara yang diadakan masyarakat Indonesia menjelang Natal.
Sesuai dengan tema “ Melalui HUT DWP ke-9 tahun 2008, Kita Tingkatkan Tanam dan Pelihara Untuk Mencapai Ketahanan Pangan”, DWP KJRI Toronto pun berusaha memenuhinya meski dengan cara yang tak biasa, karena tidak mungkin menanam pohon pada musim dingin ini maka kami menjual tanaman dalam pot untuk akhirnya dapat dipelihara di rumah masing-masing anggota. Pilihan jatuh pada jenis bunga Christmas Cactus, karena selain murah meriah jenis tanaman ini termasuk tahan lama dan bunganya pun cantik berwarna-warni.
Adegan berebut pot bunga pun terjadi diantara anggota yang hadir pada acara siang hari itu, karena harganya yang cukup terjangkau ternyata banyak para ibu yang ingin membelinya, beberapa bahkan membeli lebih dari 2 pot. Wajah-wajah kecewa tampak tersirat di wajah para ibu yang tidak kebagian, tetapi kekecewaan itu hanya sebentar saja, setelah acara resmi usai, seksi acara hari itu mampu menyuguhkan berbagai acara hiburan dengan meriahnya serta mampu melibatkan semua yang hadir secara interaktif. Lomba Bapak Merayu Ibu dan Lomba Ibu Mendandani Bapak dalam Busana Adat Jawa tampaknya membuat semua yang hadir terhibur, dari yang hanya senyum simpul saja sampai tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi dan gaya spontan para peserta lomba.
Akhir kata, Dirgahayu DWP ke-9 serta Selamat Hari Ibu bagi semua kaum perempuan Indonesia. Semoga para Ibu di masa modern bisa menjadi Ibu yang bijaksana serta mampu melahirkan generasi Indonesia baru yang cerdas, bertaqwa dan berkualitas.
--- DWP KJRI Toronto ---
(seperti ditulis untuk Buletin DWP Deplu)